Bermain
merupakan sarana anak untuk menjembatani antara apa yang ada di alam
fantasi mereka dengan apa yang mereka bisa wujudkan. Anak tidak melihat
permainan sebagai "bermain" sebagaimana orang tua atau orang dewasa
menganggap bermain adalah sebuah realita seperti halnya orang dewasa
bekerja, bersekolah membereskan rumah dsb. Bermain adalah dunia dimana
mereka berada dan memberi makna terhadap segala sesuatu yang mereka
hadapi dalam permainan itu.
Kehadiran games islami ini dikarenakan banyaknya
game-game yang bertipe hostile atau
perang yang kurang mendidik perkembangan karakter anak, sementara game yang
mengajarkan keislaman hampir dibilang sangat sedikit, untuk membuat anak-anak
lebih mengenal tentang islam, akhlak yang baik, sopan santun dan berbudi luhur
yang menjadi cita-cita orang tua untuk itu dibuat game bertemakan pengenalan
akhlak.

